mengapa begitu? kenapa begini?

Mari cari tahu pertanyaan yang mungkin atau yang paling sering ditanyakan anak-anak kita..

Bener ga bulan menjauh dari bumi tiap tahunnya?

Bulan merupakan satelit alami bumi.  Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km. Periode bulan mengelilingi bumi adalah selama 27,3 hari dan permukaan bulan yang selalu nampak hanya satu sisi permukaan saja. Hal ini disebabkan karena bulan berada pada orbit sinkron dengan bumi yang menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusi. Bulan selalu mengelilingi bumi dan tertarik dengan gaya gravitasi bumi, namun bulan tidak jatuh ke bumi. Hal tersebut terjadi karena adanya  gaya sentrifugal yang dihasilkan bulan ketika bulan mengelilingi bumi. Besar nya gaya sentrifugal yang dihasilkan bulan daripada gaya tarik(gravitasi) bumi menyebabkan bulan pada setiap tahunnya menjauh sekitar 3,8 cm.

Lalu bagaimana caranya para ilmuan mengetahui bahwa bulan menjauh dari bumi? Caranya adalah dengan mengarahkan alat laser bernama LLR (Lunar Laser Ranging) dari bumi ke reflektor yang ada di bulan, lalu mereka menghitung berapa lama cahaya laser memantul kembali diukur dari saat laser dipancarkan.  Reflektor atau retroreflector (sejenis cermin) adalah alat yang telah dipasang dibulan ketika astronom apollo mendarat dibulan.

reflectorbulan

Kemudian dari pantulan sinar laser yang ditembakkan, akan dihitung rentang waktu yang dibutuhkan laser “PP BUmi bulan”. Pengukuran jarak bumi dengan bulan dilakukan dengan menghitung kecepatan cahaya X waktu yang ditempuh laser. Hasil perkalian di bagi dengan angka 2 maka didapatkan jarak bumi dengan bulan. Dari hasil pengamatan yang di dapat tahun ke tahun, ternyata rentang waktu pemantulan berubah. Perubahan rentang waktu yang dibutuhkan laser “PP bumi bulan” akan mengubah hasil dari perhitungan jarak bumi bulan setiap tahun nya. Dengan perhitungan yang cukup akurat maka didapat bahwa bulan setiap tahun nya menjauh dari bumi. Dalam sebuah penelitian menyebutkan bulan menjauh sekitar 3,8 cm setiap tahun.

Saat ini, pihak yang melakukan pengukuran jarak bulan ke bumi ada tiga yaitu di Amerika Serikat, New Mexico dan Prancis.

sumber: http://www.kafeastronomi.com/bulan-menjauh-dari-bumi-setiap-tahun.html

Siapa yang menciptakan foto pertama kali?

Antara abad ke 11 dan ke -16 ada suatu alat yang berbentuk kotak yang disebut dengan “camera obscure” atau kamar gelap. Alat tersebut perintis alat kamera yang kita kenal sekarang.  Kotak tersebut digunakan untuk memancarkan bayangan pemandangan alam pada sehelai kertas dengan menggunakan pancaran sinar /cahaya. Bayangan yang ada pada kertas tersebut lalu diberi garis-garis sesuai dengan bentuk pemandangan yang terekam. Camera Obscura ini biasanya digunakan untuk melukis gambar secara detil dan sempurna. Lalu, pada tahun 1802 dua orang sahabat yang bernama Wedgwood dan Humphry berhasil menciptakan hal baru dalam bidang fotografi. Dengan menciptakan proses rekam-cetak mereka berhasil memindahkan gambar silhouette (bayangan) dari lembaran kaca keatas sehelai kertas yang dilapisi bahan nitrat perak atau khlorid perak. Tetapi rekaman yang mereka cetak belum cukup awet karena lambat laun gambar itu menghilang. Pada tahun 1816 Joseph Niepce berhasil membuat alat yang dapat menghasilkan gambar negatif. Dan pada tahun 1835 William Talbot berhasil mencetak gambar yang awet/tahan lama. Proses fotografi tersebut didasarkan sifat kimiawi dari nitrat perak yang berubah warna menjadi hitam apabila terkena sinar cahaya matahari. Talbotlah orang yang pertama kali berhasil memindahkan cetakan negatif menjadi cetakan gambar positif. Ia pula pertama kali menerbitkan buku berisi gambar-gambar foto pada tahun 1844. Semenjak itu tersu diadakan perbaikan dan penyempurnaan dalam teknik fotografi. Pada tahun 1888 mulai dipasarkannya kamera kotak buatan kodak. Kamera tersebut membawa dunia fotografi menuju era baru hingga sekarang.

Kenapa Manusia Punya Rambut?

Manusia termasuk golongan mamalia, sama halnya dengan hewan mamalia yang dilengkapi dengan bulu atau rambut. Manusia mempunyai rambut karena ada manfaatnya. Manfaat utama adalah untuk melindungi kulit kepala dari debu dan kotoran, serta untuk mempertahankan suhu badan.

Anak bayi yang baru lahir badannya ditutupi bola roma yang halus.  Menjelang dewasa bulu-bulu itu diganti dengan rambut orang dewasa. Perubahan dari bulu halus menjadi rambut ini diatur oleh beberapa kelenjar yang menghasilkan hormon-hormon khusus. Pada kaum pria hormon itu merangsang pertumbuhan rambut pada wajah serta anggota-anggota badan tertentu. Pada kaum wanita hanya merangsang pertumbuhan pada anggota badan saja tidak dengan wajah.

Charles Darwin, seorang ahli ilmu hayat pada abad ke-19, menyatakan bahwa bulu-bulu roma pada kulit manusia berguna untuk membantu menyisihkan air keringat serta air. Rambut yang tumbuh merupakan perlindungan kulit dari debu, kotoran maupun serangga, misalnya rambut alis, bulu mata dan rambut kepala.

Mengapa Bintang Bersinar?

Ada terdapat berjuta-juta bintang di angkasa. Bintang terbuat dari bola-bola gas bersuhu tinggi yang bercahaya, oleh karena itu bintang bersinar atau bercahaya karena sinarnya sendiri. Berbeda denga bulan yang mendapatkan cahaya karena pantulan dari sinar matahari. Bintang juga terkadang tampak berkelap-kelip. Hal tersebut disebabkan adanya udara yang membengkokkan sinar bintang, sehingga kelihatan kelap-kelip.

Para astronom berpendapat bahwa alam semesta ini mempunyai banyak gugusan bintang atau sering disebut dengan galaksi. Galaksi merupakan kumpulan bintang, planet, dan awan gas (nebula). Bintang yang sudah tua biasanya mati dan kemudian meledak. Ledakan  itu dapat menyebabkan awan gas di galaksi yang tenang menjadi bergerak cepat berputar-putar seperti cakram dan menjadi terpusat ditengah cakram. Gas tersebut berkumpul menjadi gumpalan gas raksasa. Didalam gumpalan gas raksasa, gas terus bergerak dan bertabrakan dan tekanan serta  suhu gas menjadi amat panas sehingga mengeluarkan energi yang tinggi berupa cahaya. Saat gumpalan gas menjadi bercahaya inilah, para astronom menamainya “BINTANG”

Sumber:  Arkady Leokum, Still More Tell Me Why Chapter 1 The World we live in,Grosset & DunlapInc.,1978,h.86.

 

Tumbuhan berasal dari mana?

Menurut teori-teori ilmiah pada berjuta-juta tahun yang lampau saat tidak ada tumbuhan yang tumbuh di bumi, muncul bintik-bintik kecil protoplasma (yang asalnya belum diketahui pasti). Bintik-bintik protoplasma ini merupakan unsur atau zat senyawa yang membentuk atau terdapat pada tumbuhan dan hewan. Protoplasma ini tumbuh dan berkembang membentuk kulit-kulit tebal dan mulai mengembangkan zat berwarna hijau (klorofil).  Zat hijau tersebut membantu protoplasma mengolah makanannya yang didapat dari udara, air dan tanah.

Pada zaman dahulu kala, tumbuhan hijau hanya bersel satu atau tunggal, tapi kemudian mereka beradaptasi dan bermutasi membentuk kelompok sel-sel baru yang lebih banyak. Karena tidak adanya perlindungan dari panas matahari dan kekeringan, tumbuhan pada zaman dahulu memilih untuk hidup didalam air. Tumbuhan jenis tersebut disebut ganggang “algae”.

Kebanyakan tumbuh-tumbuhan berevolusi dari ganggan menjadi tumbuhan yag berakar didarat. Setelah mereka beradaptasi dan mampu melindungi diri dari kekeringan, tumbuhan mulai berkembang-biak di darat. Mereka mengembangkan akar-akarnya dan mengembangkan daun-daunan kecil dengan selaput yang melindungi diri dari kekeringan akibat terpaan matahari. Tumbuhan-tumbuhan purba tersebut berubah menjadi tumbuhan jenis lumut dan pakis.

Seiring berjalan waktu tumbuhan jenis lumut dan pakis tersebut melakukan perkembangan repoduksi dengan pemecahan sel atau spora.  Perkembangan tumbuhan tersebut berlanjut sesuai dengan keadaan lingkungan di bumi yang kian berubah. Lalu tumbuhan tersebut kembali berevolusi dengan menumbuhkan bunga-bunga yang akan menghasilkan biji-biji benih tumbuhan yang kita kenal sekarang.

 

Sumber:  

  • Arkady Leokum, Still More Tell Me Why Chapter 1 The World we live in,Grosset & DunlapInc.,1978,h.1.
  • David Attenborough, Life on Earth, Princeton University Press, Princeton, New Jersey, 1981, h. 2